Pengalaman Mahasiswi Mahad dalam Mengikuti Pelatihan Pemandu Wisata Bahasa Arab

Sabtu (11 Maret 2023) Salah satu Mahasiswi Ma’had Al Imam Malik,  Fahmi Farida, telah mengikuti kegiatan pelatihan pemandu wisata bahasa arab yang dilaksanakan oleh PBA UMY, Vokasi UGM dan HPI.

Kegiatan dilaksanakan di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Acara dimulai pukul 07.30 – 16.00 WIB dan diikuti oleh 26 peserta dari berbagai instansi. Diantaranya UGM, UIN Sunan Kalijaga, dan adapula yang berasal dari Malang. Serta peserta pertukaran pelajar dari Khamerun dan Mesir.

Acara dimulai dari pukul 07.30 yaitu registrasi hingga pukul 08.00. Dilanjutkan mengerjakan post test mengenai pengetahuan pemandu pariwisata selama 15 menit. Setelah itu masuk ke sesi satu dengan tema “Teknik Pemanduan” oleh Bapak Suhartana SE dari HPI DIY. Di sesi ini pemateri menceritakan pengalamannya saat memandu wisatawan dari luar negeri dan menggaris bawahi point point penting dalam memandu wisata untuk orang asing. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengetahui cara bagaimana memandu yang baik, terstruktur dan terarah. Sehingga meninggalkan kesan yang baik untuk wisatawan dari luar negeri.

Sesi kedua di isi oleh Ghifari Yudistriadi M. Makhasi Prodi Bisnis Perjalanan Wisata UGM, dengan tema “Memandu Wisata di Yogyakarta dengan Pendekatan Interpretatif” yang bertujuan agak wisatawan mendapat wawasan luas dari tempat yang dikunjungi. Baik dari segi budaya, sejarah maupun adat istiadat. Sesi ketiga diisi dengan mengenal kosakata bahasa arab dalam pariwisata oleh Ustadz Iqbal dan Ustadzah Fitria Dosen PBA UMY.

Setelah sesi 3, acara di lanjutkan dengan sesi ishoma. Ba’da dzuhur kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan. Peserta di bagi menjadi kelompok kelompok yang berisikan 4 hingga 5 peserta dan satu ustadz pendamping. Peserta di instruksikan untuk berkeliling benteng dan diperankan sebagai pemandu wisata yang client nya penutur bahasa arab asli. Kemudian memilih satu objek yang berada di museum yang akan di jelaskan menggunakan bahasa arab.
Acara di akhiri dengan post test sebagai hasil dari pembelajaran yang di dapat dalam acara tersebut. Kemudian di akhiri pada pukul 16.30.

Peserta sangat berantusias dalam acara ini karena banyak sekali pelajaran yang didapat. Bukan hanya bagaimana cara memandu para wisatawan cara namun bagaimana kita memperbanyak ilmu kebangsaan, budaya dan adat istiadat yang nantinya akan di bagikan kepada wisatawan, membawa nama baik negara di kancah internasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *