PPMTQ Darussalam Berharap Ma`had Al Imam Malik UMP Sebagai Konsultan Bahasa Arab

Direktur Ma’had Al Imam Malik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) H. Muhammad Asdi Nurkholis S.Pd.I, B.Ed, M.Pd bersama Civitas Ma`had, berkesempatan melakukan silaturahmi kepada Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Darussalam (PPMTQ)  Slinga Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, pada Rabu (30/08/2023).

 

Rombongan Ma`had Al Imam Malik disambut langsung oleh Ustadz Rohidi Pimpinan PPMTQ Darussalam, Machmud Yulianto, S.Sos.I, Kepala Madrasah Aliyah Tahfidzul Qur’an Daarussalaam dan Aris Pujianto, S.Pd., Kepala Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 04 Purbalingga.

“Kehadiran kami untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan Program D2 Bahasa Arab dan Program Ma`had Plus S1 PAI Ma`had Al Imam Malik UMP. Program D2 ditempuh selama 2 tahun dengan kurikulum Al-I`idad Al-Lughawi, sedang Ma`had Plus S1 PAI ditempuh dalam waktu 4 tahun sekaligus akan mendapatkan 2 ijazah; Ijazah S1 PAI dan Ijazah Kemahiran berbahasa Arab”, ujar Asdi memperkenalkan program Ma`had.

 

Karena Bahasa Arab menjadi ciri khas sebuah Pondok Pesantren, termasuk menjadi alat utama untuk dapat memahami dan mentadabburi Al-Quran, perlu kiranya menumbuhkan ghirah untuk mempelajarinya.

 

“Kami berterima kasih atas silaturahmi dari Ma`had Al Imam Malik, kami merasakan begitu berat tantangan generasi saat ini, agar mereka dapat konsisten mempelajari ilmu agama dan Bahasa Arab, harapan kami memang sejak mereka di bangku SMP dapat terus belajar Bahasa Arab hingga jenjang Aliyah, oleh karenanya kami berharap Ma`had Al Imam menjadi konsultan kami dalam penguatan dan peningkatan Bahasa Arab”. Ungkap Machmud dalam pertemuan tersebut.

 

Kemajuan Pesantren tidak dapat dipisahkan dengan kesuksesan alumninya dalam menempuh Pendidikan Tinggi, terutama saat alumni tersebut dapat melanjutkan studinya ke Timur Tengah.

 

“Pintu Ma`had Al Imam Malik sangat terbuka untuk kami melayani apa yang kami miliki terkhusus dalam Bahasa Arab, dan ketertarikan para santri untuk belajar Bahasa Arab dimulai dari kakak kelasnya atau alumni untuk belajar Bahasa Arab di Ma`had Al Imam Malik, lalu kita berikan rekomendasi untuk belajar di Timur Tengah”. Ungkap Asdi.

Ustadz Rohidi berharap kunjugan tersebut menjadi titik awal kedua lembaga untuk bersinergi bersama dalam membangun dan mencetak calon-calon kader ulama muda yang dikuatkan dengan Bahasa Arab. (asd)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *