Ma`had Al Imam Malik Belajar Program Kepada Ma`had Abu Ubaidah Medan

Senin-Selasa (22-23/01/2024), Civitas Akademika Ma`had Al Imam Malik Universitas Muhammadiyah Purwokerto berkesempatan melakukan studi banding kepada Ma`had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

      

Rombongan Ma`had Al Imam Malik disambut langsung oleh Direktur Ma`had Ustadz Fajar Hasan Mursyid, Lc., M.A. di kampus Ma`had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Jl. Kutilang No.22, Sei Sikambing B, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20119.

“Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah adalah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam yang berdiri Sejak Tahun 2005 di bawah supervisi Yayasan Muslim Asia (AMCF) di Kota Medan, Ma’had Abu Ubaidah memiliki berbagai program pendidikan salah satunya program Integrasi I’dad Lughawi dengan Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara”, ungkap Fajar dalam sambutannya.

Direktur Ma`had Al Imam Malik Muhammad Asdi Nurkholis, S.Pd.I., B.Ed., M.Pd. menyampaikan maksud dan tujuan dalam kunjungan tersebut.
“Kami ingin melihat lebih dekat bagaimana proses pembelajaran, kurikulum, terkhusus dalam program Studi Islam dan Bahasa Arab di Ma’had Abu Ubaidah yang telah eksis selama 19 tahun”, ujar Asdi.

Ma`had Al Imam Malik dan Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah memiliki akar sejarah yang sama, bahwa keduanya berdiri atas inisiasi kerjasama antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Asian Moslem Carity Foundation (AMCF) untuk pengembangan dan pembelajaran bahasa Arab dan Studi Islam.
“Kami menyadari bahwa Ma`had Al Imam Malik masih sangat minim pengalaman dalam manajemen pengelolaan dan pengembangan bahasa Arab, ada kesamaan program yang perlu kami dalami yaitu D2 bahasa Arab dan S1 Intergrasi PAI, sudah barang tentu program lain yang ada di Ma`had ini”, lanjut Asdi.

Dalam kesempatan tersebut rombongan Ma`had Al Imam Malik melakukan audiensi dengan pejabat struktural Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah yang dipimpin langsung Direkturnya di ruang sidang Ma`had.

“Perjalanan Ma`had begitu indah, berawal dari rasa iri ketika Ma`had-Ma`had AMCF berdiri di pulau Jawa, maka kami meminta kepada Syekh Muhammad Al-Khoory untuk mendirikannya di pulau Sumatera, maka terbangunlah di Medan. Selain program idad lughawi kami juga telah merintis program tahfidzul Qur`an sejak 2012 dan itu menjadi basis data kami untuk eksistensi jumlah mahasiswa. Dalam menjaga kualitas bahasa Arab para mahasiswa Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah memberlakukan ujian komprehensif bagi para mahasiswa di Mustawa Rabi; mencakup ujian praktek shalat jenazah, pidato, baca kitab dan hafalan Al-Quran”. Ungkap Fajar.


 

Rombongan Ma`had Al Imam Malik berkesempatan pula meninjau lingkungan kampus Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, mulai dari gedung pembelajaran, ruang administrasi, ruang-ruang kelas, perpustakaan bahkan hingga kantin Ma`had. Tidak hanya sampai di situ, rombongan Ma`had juga meninjau gedung pusat kemanusiaan AMCF di Sumatera.

Untuk menjalin kerjasama yang erat kedepan, berlangsung dalam kesempatan tersebut penandatanganan MoU antara Direktur Ma`had Al Imam Malik UMP dengan Direktur Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah UMSU Medan. (asd)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *