Direktur Ma’had Al Imam Malik UMP Memaparkan Strategi Pendataan Pesantren

Selasa, 25 November 2025 / 5 Jumadil Akhir 1447 H, Direktur Ma’had Al Imam Malik UMP, H. Muhammad Asdi Nurcholis, Lc., S.Pd.I., M.Pd., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Rapat Koordinasi, Validasi & Evaluasi Data Pesantren Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPontren) Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Acara dimulai dengan laporan dari Plt. PDPontren Kemenag Purbalingga, Ibu Hj. Lina Parwati, S.H.I. Dalam penjelasannya, Ia menggambarkan bagaimana kegiatan ini menjadi bukti nyata kerja sama antara Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah dan PDPontren Kabupaten Purbalingga. Sinergi ini dihadirkan sebagai upaya memperkuat ketepatan dan keabsahan data kelembagaan pesantren serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya di seluruh wilayah Jawa Tengah—sebuah fondasi penting bagi perencanaan pendidikan yang menyeluruh dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta. Mereka datang dari berbagai latar belakang: para ASN, Penyuluh Agama, para pengurus FKPP, FKDT, LTQ, hingga perwakilan dari beragam organisasi masyarakat Islam.

Pada sesi materi, dua narasumber utama memberikan perspektif yang memperkaya diskusi. KH. Salim Effendi, S.Ag., dari PCNU, menghadirkan pandangan dari sudut pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Sementara itu, Ustadz H. Muhammad Asdi Nurcholis, Lc., S.Pd.I., M.Pd., dalam paparannya menyoroti urgensi membangun ekosistem data yang tertib, terintegrasi, dan akuntabel. Menurutnya, pesantren Muhammadiyah dan berbagai lembaga pendidikan Islam lainnya akan sangat terbantu jika data kelembagaan dikelola secara profesional. Ia menegaskan bahwa kerja sama erat antara pemerintah dan organisasi masyarakat merupakan kunci kemajuan pendidikan diniyah di daerah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang hadir mewakili Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar agar forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi konkret dari pesantren, madrasah diniyah (Madin), dan TPQ. Rekomendasi tersebut nantinya akan dirangkum dan disampaikan kepada Kanwil Kemenag sebagai bahan tindak lanjut, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan tata kelola pendidikan keagamaan di wilayah Jawa Tengah.

Asdi menyampaikan bahwa agenda rapat koordinasi ini sangat penting bagi para pengelola pesantren, agar tidak bosan-bosannya untuk mengaupdate data pesantrennya, Alhamdulillah di Muhammadiyah memiliki 445 pesantren di seluruh Indonesia dan hebatnya memiliki data yang lengkap dan rapi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *